Monday, September 7, 2009

Sekilas Firqah Khawarij

Secara bahasa Khawarij berasal dari suku kata Arab kharaja yang artinya keluar atau hengkang.

Adapun secara istilah adalah sebuah aliran atau golongan atau sekelompok orang yang pada mulanya setia dan mendukung kepada khalifah Ali bin Abi Thalib, kemudian keluar dan tidak mendukung Ali bin Abi Thalib , kemudian bergabung dengan kelompok lain kerena tidak setuju dengan kebijakan pemerintahan khalifah Ali bin Abu Thalib .

(Asy-Syahrastani, Al-Milal wan-Nihal: I/114—115).

Awal dan Sebab Timbulnya Khawarij


Golongan Khawarij muncul sejak terjadi Perang Siffin, yaitu perang saudara yang terjadi antar-pengikut Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah yang sah dengan pemberontak yang dipimpin Muawiyah. Peperangan itu diakhiri dengan genjatan senjata, untuk mengadakan perundingan antar-kedua belah pihak, namun di antara sebagian pengikut Khalifah Ali tidak setuju dengan genjatan senjata tersebut, mereka keluar dari kelompok Ali bin Abi Thalib dan membuat kelompok sendiri yang disebut Khawarij, yaitu orang-orang yang tidak puas dengan kebijakan Khalifah Ali bin Abi Thalib . Kelompok Khawarij ini akhirnya menentang kelompok Ali dan Muawiyah.

Kaum Khawarij menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin yang tidak tegas dalam mengambil sikap dan keputusan dalam membela kebenaran. Golongan Khawarij ini cepat berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah Islam. Oposisi dan pengaruhnya mampu meruntuhkan Daulah Muawiyah bagian timur, dan pengaruh Abu Muslim al-Khurasany mampu menggulingkan pemerintahan Muawiyah di Persi.

Golongan Khawarij berkembang kurang lebih selama dua abad, kemudian pecah menjadi 20 golongan sebelum akhirnya sirna tinggal namanya ditelan zaman dan sampai saat ini golongan tersebut sudah tidak ada lagi.

Ciri-Ciri dan Pokok-Pokok Ajaran Khawarij


Bibit munculnya firqah Khawarij dan karakteristik mereka sebenarnya sudah pernah disinyalir oleh Rasulullah . Di antaranya di dalam dua hadits yang diriwayatkan Imam Muslim berikut ini:

1. Hadits riwayat Jabir bin Abdullah , ia berkata:
Seseorang datang kepada Rasulullah di Ji‘ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: "Hai Muhammad, berlaku adillah!" Beliau bersabda: "Celaka engkau! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Engkau pasti akan rugi, jika aku tidak adil." Umar bin Khathab berkata: "Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Al Quran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya." (Shahih Muslim no. 1761)

2. Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri z, ia berkata:
Ali yang sedang berada di Yaman, mengirimkan emas yang masih dalam bijinya kepada Rasulullah , kemudian Rasulullah membagikannya kepada beberapa orang, Aqra‘ bin Habis al-Hanzhali, Uyainah bin Badr al-Fazari, Al qamah bin Ulatsah al-Amiri, seorang dari Bani Kilab, Zaidul Khair at-Thaiy, seorang dari Bani Nabhan. Orang-orang Quraisy marah dan berkata: "Apakah baginda memberi para pemimpin Najed, dan tidak memberikan kepada kami?" Rasulullah bersabda: "Aku melakukan itu adalah untuk mengikat hati mereka. Kemudian datang seorang lelaki yang berjenggot lebat, kedua tulang pipinya menonjol, kedua matanya cekung, jidatnya jenong dan kepalanya botak. Ia berkata: "Takutlah kepada Allah, ya Muhammad!" Rasulullah bersabda: "Siapa lagi yang taat kepada Allah jika aku mendurhakai-Nya? Apakah Dia mempercayai aku atas penduduk bumi, sedangkan kamu tidak mempercayai aku?"

Lalu laki-laki itu pergi. Seseorang di antara para sahabat minta izin untuk membunuh laki-laki itu (diriwayatkan bahwa orang yang ingin membunuh itu adalah Khalid bin Walid), tetapi Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya di antara bangsaku ada orang-orang yang membaca al Quran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum ‘Aad. (Shahih Muslim no. 1762)

Ibnul Jauzi pernah pula menggambarkan kepandiran dan kerusakan mereka dengan perkataannya:

"Mereka menghalalkan darah anak-anak, tetapi tidak menghalalkan makan buah tanpa dibeli. Berpayah-payah untuk beribadah dengan tidak tidur pada malam hari (untuk shalat lail) serta mengeluh ketika hendak dipotong lidahnya karena khawatir tidak dapat berdzikir kepada Allah, tetapi mereka membunuh Imam Ali dan menghunus pedang kepada kaum muslimin (sebagaimana keluhan Ibnu Maljam -pen). Untuk itu tidak mengherankan bila mereka puas terhadap ilmu yang telah dimiliki dan merasa yakin bahwa mereka lebih pandai/alim daripada Ali . Hingga Dzul Kwuaishirah berkata kepada Rasulullah : "Berbuat adillah, sesungguhnya engkau tidak adil". Tidak sepatutnya Iblis dicontoh dalam perbuatan keji seperti ini. Kami berlindung kepada Allah dari segala kehinaan". (Tablis Iblis hlm. 95).

Dalam perkembangannya, para ulama ahli Aqidah dan Tarikh telah meringkas pokok-pokok ajaran Khawarij sebagai berikut.

1. Ali bin Abi Thalib, Utsman, dan para pengikut Perang Jamal, serta mereka yang setuju dengan adanya perundingan antara Ali dan Muawiyah dihukum kafir oleh kaum Khawarij.

2. Setiap umat Muhammad yang berbuat dosa besar dan hingga meninggal belum bertobat, mereka dianggap mati kafir dan kekal di dalam neraka.

3. Diperbolehkan tidak mengikuti dan tidak menaati aturan-aturan seorang kepala negara (khalifah) yang dzalim dan penghianat.

4. Tidak ada hukum selain yang bersumber dari al-Quran (mereka menolak hadits).

5. Anak-anak orang kafir yang mati sebelum baligh tetap masuk neraka, karena dihukumi kafir seperti induknya.

6. Semua dosa adalah besar, tidak ada dosa yang kecil.

7. Ibadah termasuk rukun Iman.

8. Siti Aisyah (isteri Rasulullah ) terkutuk karena Perang Jamal melawan Ali bin Abi Thalib.

9. Ali bin Abi Thalib tidak sah menjadi khalifah setelah tahkim dan lain-lain.

Perpecahan di Tubuh Khawarij


Golongan Khawarij yang mengalami kejayaan kurang lebih dua abad, akhirnya runtuh. Ikatan tali persatuan yang mereka bangun akhirnya pudar disebabkan perpecahan dahsyat yang menggerogoti tubuhnya. Akibatnya, Khawarij tinggal sebuah nama yang terukir dalam sejarah dan tertulis dalam buku. Ini sesuai dengan firman Allah lyang menyatakan bahwa kebatilan akan sirna, sehingga sirna pulalah setiap aliran yang menyalahi aturan Islam.

Kaum Khawarij pecah menjadi 20 golongan, di antaranya adalah:

Al-Azariqah, yaitu sempalan Khawarij yang dikomando Abu Rasyid Nafi’ bin al-Azraq, mereka keluar dari Bashrah bersama Nafi’ menuju al-Ahwaz.

An-Najadat al-Adzirabah, yaitu aliran sempalan Khawarij yang dikomando Najdah bin Amir al-Hanafi. Mereka keluar dari al-Yamamah bersama bala tentaranya bertujuan menemui al-Adzariqah. Najdah akhirnya terbunuh pada tahun 69 H.

Al-Baihasiyah, yaitu kelompok sempalan dari Khawarij yang dikomando Abu Baihah al-Haisam bin Jabir.

Al-Ajaridah, yaitu kelompok sempalan Khawarij yang bernaung di bawah kepemimpinan Abdul Karim bin Ajarid.

Al-Tsa’alibah, yaitu kelompok sempalan Khawarij yang bernaung di bawah kepempimpinan al-Tsa’alibah.

Al-Ibadliyah, yaitu kelompok sempalan Khawarij yang bernaung di bawah kepempimpinan Abdullah bin Ibadl dari kalangan Bani Murrah bin Ubaid bin Taim.

As-Shufriyah al-Ziyadiah, yaitu kelompok sempalan Khawarij yang bernaung di bawah payung Ziyad bin al-Ashfar dan lain-lain.

Tokoh-Tokoh Golongan Khawarij


Di antara tokoh-tokoh golongan Khawarij yang terkenal adalah 1. Ikrimah, 2. Abu Harin al-Abadi, 3. Abu Sya’tsa, 4. Ismail bin Sami’. Keempat tokoh ini adalah para pendahulu, pentolan kaum Khawarij.

Adapun pentolan kaum Khawarij kelompok mutaakhhirin di antaranya adalah 1. al-Yaman bin Rabab, 2. Tsa’by, 3. Baihaqi, 4. Abdullah bin Yazid, 5. Muhammad bin Harb, 6. Yahya bin Kamil, 7. Ibadliyah, dan lain-lain.

Adapun para penyair kaum Khawarij yang terkenal di antaranya adalah 1. Imran bin Khattam 2. Hubaib bin Murrah, 3. Jahm bin Shafyan, 4. Abu Marwah Ghailam bin Muslim. Wallahu a’lam.

Sumber:


Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc., Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya. LPPI.

Al-Jauhani, Al-Mausu’ah Al-Muyassarah, WAMY.

Ibnul Jauzi Al-Baghdadi, Talbis Iblis.

Berbagai majalah Islam (Asy-Syariah, Salafy, As-Sunnah, dll.)
Majalah Ar Risalah

sumber : swaramuslim.com

No comments: