Blog Kang One

Catatan Sederhana untuk Berbagi

SEJARAH RINGKAS PERKEMBANGAN ISLAM DI SUKABUMI



Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 Masehi (Tahun 652 M=30 H). Diperkirakan masih seputaran abad itu pula Islam masuk ke banyak daerah di Indonesia termasuk ke Tatar Sunda melalui aktivitas para Da’i yang menyamar sebagai niagawan. Islam menjadi sebuah kekuatan politik di wilayah Tatar Sunda pada abad 14/15 Masehi. Dua kerajaan utama sebagai pusat kekuasaan Islam adalah Cirebon dan Banten. Melalui kedua tempat inilah agama Islam menyebar ke wilayah pedalaman di Jawa Barat.

Prof. Hageman (1866 M) menyebutkan bahwa penganut islam yang pertama di Tatar Sunda adalah Haji Baharuddin putra Sri Maharaja Sang Bunisora Suradipati, Raja Galuh Pakuan (1337 M) setelah ibadah haji bersama istrinya yang bernama Farhanah binti Muhammad ia kembali ke tanah leluhurnya kerajaan Galuh untuk da’wah.

Pada masa itu terjadi proses Islamisasi secara damai oleh para ulama dan juru da’wah di antaranya adalah Syekh Quro sebagaimana disebutkan dalam Carita Purwaka Caruban Nagari  di sebutkan bahwa Dukuh Pasambangan di datangi guru-guru agama Islam dari Campa, Gujarat, Persia, Madinah dan Damaskus. Syekh Hasanuddin (Syekh Quro) putra Syekh Yusuf Sidiq dari Campa mendirikan Pondok Pesantren Quro di Karawang (1551 M).

Pada waktu Juru Labuan Ki Gedeng Tapa (Ki Jumajan Jati) menyuruh putrinya yang bernama Nyai Subang Larang untuk berguru agama Islam di pondok Quro. Dalam perkembangan selanjutnya Nyai Subang Larang di nikahi oleh Raja Jaya Dewata atau Prabu Siliwangi (wafat 1521 M). Perkawinan tersebut dilaksanakan secara agama Islam, dan dinikahkan oleh Syekh Quro. Dari hasil pernikahannya melahirkan tiga orang putra yaitu Syekh Abdullah Iman, Nyai Syarifah Mada’im dan Syekh Haji Mansur (Kean Santang). Prabu Siliwangi telah memeluk agama Islam ketika menikah dengan Nyai Subang Larang. Dengan kata lain telah terjadi Islamisasi pada kalangam istana kerajaan Pakuan Pajajaran melalui pernikahan.

Syekh Haji Mansur atau Kean Santang atau Raja Sangara, sekembalinya dari ibadah haji, ia mendapat amanat dari kakaknya (Syekh Abdullah Iman) untuk menyebarkan agama Islam di Tatar Sunda bagian selatan, ketika sampai di Sukabumi Selatan ia bertemu jodoh dan menikah dengan Nyi Lenggang Kencana. Lama tinggal disini sambil menyiarkan agama Islam pada penduduk sekitarnya.

Waktu terus berjalan, dalam masa-masa menjelang akhir hidupnya Syekh Haji Mansur (Kean Santang) menegakan syiar Islam di daerah Garut dan wafat pada tahun 1580 M di makamkan di kampung Gadog desa Suci (5 km dari kota Garut).
Penyebaran agama Islam semakin berkembang setelah kerajaan Pajajaran bubar (1526 M). Kemudian berdiri negri Cianjur atas inisiatif Raden Haji Abdul Syukur, Syekh Haji Mulia, Syekh Haji Soleh, Syekh Aulia Mantili dan Syekh Dalem Haki Sepuh (Prabu Jampang Manggung) mengadakan musyawarah di kampung Pasamoan daerah Gunung Rompang Pelabuhan Ratu dengan palsafah Sapulidi maka di perlukan seorang pemimpin sebagai pemegang tangkainya yang disebut Raja Gagang. Pada waktu itu hari Kamis 12 Rabiul Awal 1076 H bertepatan dengan tanggal 24 September 1665 M resmilah berdiri Negri Cianjur meliputi Sukabumi dengan Kanjeng Kyai Aria Wira Tanu bin Syekh Gofarana sebagai Raja Gagang (Bupati) yang dilantik setelah Sholat Jum’at tanggal 13 Rabiul Awal 1076 H.

Sejak saat itu perkembangan da’wah Islam semakin pesat. Di tahun 1776 M, Bupati Cianjur ke enam Raden Haji Nuh Wiratanudatar VI membentuk sebuah kepatihan bernama kepatihan Tjikole (sekarang bagian Kota Sukabumi).

Tanggal 13 Januari 1815 M, kepatihan Tjikole berganti nama menjadi kepatihan Sukabumi. Nama Sukabumi di resmikan oleh Patih Sukabumi bernama Raden Haji Tumenggung Aria Suryadiningrat, atas saran dr. Andries seorang dokter ahli bedah yang mempunyai usaha perkebunan kopi dan teh di daerah Sukabumi. Asal nama “Soekaboemi” dari kata “Soeka” berarti kesenangan, kebahagiaan, kesukaan dan “Bhoemi” yang berarti bumi, tanah. Jadi “Soekaboemi” memiliki arti “tanah yang di sukai”.

Sukabumi mempunyai banyak Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang banyak melahirkan para ulama dan memberi bentuk kehidupan, kebudayaan, peradaban mayoritas penduduk daerah ini serta memahami ajaran Islam yang universal sifatnya.
Pada periode abad 15-16 M banyak para ulama penyebar agama Islam di Sukabumi antara lain :
1. Syekh Haji Mulia Soleh Aulia Mantili (wafat 1668 M).
2. Raden. H.Wiratanu (Panji Nata Kusumah) (wafat 1692 M).
3. Syekh Yusuf Tajul Khalwati al-Makassari (wafat 1699 M).
4. Syekh Somasullah (wafat 1529 M).
5. Syekh Auliya Mansur (wafat 1628 M.
6. Syekh  H.Abdullah Muhyi (wafat 1730 M)
7. Syekh H.Ja’far Shodiq (wafat 1712 M)
8. Dan lain-lain.

Atas usaha para ulama sebagai pemimpin non formal bisa tegak syariat Islam di Sukabumi dalam bidang hukum perkawinan, hukum waris, hukum zakat, bidang ekonomi, jarimah (pidana/kriminal), semuanya berdasarkan syariat Islam. Bahkan pada masa pemerintahan Hindia Belanda pun umat Islam tetap menggunakan hukum Islam dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang di perselisihkan baik hukum perdata maupun hukum pidana. Bahkan keputusan Raja Belanda (Koninkelijk Besluit) No.19 tanggal 24 Januari 1882 yang kemudian di umumkan dalam Staatsblad tahun 1882 No.152 tentang pembentukan Pristerraad (Pengadilan Agama) di dasarkan atas teori Van Den Berg yang menganut paham receptio in complexu, yang berarti bahwa hukum yang berlaku bagi pribumi adalah hukum agama yang di peluknya. Hal ini karena kenyataan bahwa warga pribumi yang muslim sangat taat menjalankan syariat agamanya. Walaupun di tentang oleh Snouck Hurgronje dkk. Sampai sekarang masyarakat kaum muslimin tetap menggunakan hukum islam dalam perkawinan, waris, kebijakan viskal, kebijakan moneter, sampai masalah-masalah kecil misalnya,
Hukum mengembalakan kambing di kebun orang lain (lihat kitab Hasyiyah al-Bujairimi ‘alal Manhaj II/174).
Hukum menamam pohon bambu yang melebar atau merambat ke kebun orang lain (lihat kitab al-Muwafaqat II/243).
Hukum menanam pohon tapi batang pohon di atasnya rindang ke lahan orang lain (lihat kitab Mawahibul Jalil IV/253).
Hukum pencemaran lingkungan (lihat kitab Hasyiyah al-Jamal V/196).
Hukum tanah milik yang akan di jadikan tempat kepentingan umum (lihat kitab al-Ahkam al-Sulthaniyyah hal.162).
Kerena dalam Syariat Islam hak milik individu dilindungi oleh hukum.

Pada awal abad ke 19 M telah terjadi religious revival (bangkitnya semangat keagamaan) yang berlaku hampir di seluruh wilayah nusantara, terlihat dalam peningkatan jumlah pembangunan masjid, madrasah, pesantren, majlis ta’lim, kelompok pengajian dan lain-lain.

Di Sukabumi di bangun sebuah masjid yang letaknya di tengah-tengah kota, di sebut masjid Kaum yang pembangunannya di sponsori oleh Patih Sukabumi Raden Haji Tumenggung Suryadiningrat, masjid tersebut wakaf dari H.Muhammad Said seluas 4000 m2 pada tahun 1838 dengan nama Masjid Jami Sukabumi, akan tetapi pada tahun 1912 berganti nama menjadi Masjid Kaum Sukabumi menyesuaikan dengan tempatnya berada di kampung Kaum kelurahan Gunung Parang kecamatan Cikole kota Sukabumi, jalan Jend.Ahmad Yani no.55. Pada tahun 1945 setelah proklamasi kemerdekaan, pengibaran bendera merah putih di lakukan di masjid ini.

Demikian pula di desa dan di kampung-kampung di dirikan masjid, langgar dan mushola bahkan para petani desa melakukan sholat cukup di bawah rindangnya pepohonan dan di atas batu besar di pinggir kali terutama ketika mereka melakukan aktifitasnya di sawah atau ladang.

Memasuki abad ke 20 M di dirikan lagi pondok-pondok pesantren antara lain :
Pondok Pesantren Parakan Salak oleh KH.Muhammad Juwaeni.
Pondok Pesantren Selajambe oleh KH.Muhammad Anwar.
Pondok Pesantren Sukamantri oleh KH.Muhammas Sidiq.
Pondok Pesantren Cicurug oleh KH.Abdullah dan Syekh Hasan Basri.
Pondok Pesantren Sukaraja oleh KH.Zaenul Arifin.
Pondok Pesantren Cantayan oleh KH.Ahmad Sanusi.
Pondok Pesantren Almasthuriyah oleh KH.Muhammad Masthuro (1920).

Selain itu berdiri pula cabang NU di Sukabumi (1928) di pimpin oleh KH.Zaenul Arifin sebagai konsulat NU Jawa Barat dan KH.Muhammad Sidiq. Di dirikan pula perkumpulaan yang bernama al-Ittihadiyatul Islamiyah (AII) tahun 1931 bertujuan antara lain untuk menghimpun persatuan para Ajengan agar terjalin hubungan yang harmonis antara sesama mereka, organisasi ini di dirikan oleh KH.Ahmad Sanusi, beliau sebagai tokoh pejuang, politik dan ulama yang menyuarakan Islam di BPUPKI tahun 1945 dan menjadi anggota KNIP tahun 1945-1949.

Melihat jasa-jasanya yang begitu besar maka pemerintah Indonesia telah menganugerahkan Bintang Mahaputra kepada KH.Ahmad Sanusi bertepatan dengan hari pahlawan nasional RI tahun 1992 dan sekarang sudah di angkat sebagai Pahlawan Nasional.
Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sukabumi telah melakukan pembangunan di segala bidang, pembinaan di lakukan oleh semua pihak dengan di dukung oleh ulama dan umaro telah menyatakan kebulatan tekad dengan mendeklarasikan kembali Syariat Islam pada hari Ahad tanggal 10 Muharam  1423 H = 24 Maret 2002 M yang merupakan keinginan bersama. Tujuannya :
1. Menyegarkan semangat pengamalan ajaran Islam
2. Meningkatkan pemahaman syariat Islam
3. Mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah

Dalam mewujudkan kegiatan deklarasi tersebut telah dilaksanakan RAKER I BPPSI (Badan Pengkajian dan Pengembangan Syariat Islam) pada tanggal 10 Muharam 1424 H/13 Maret 2003 merekomendasikan visi dan misi penerapan syariat Islam di Kabupaten Sukabumi oleh Bupati Sukabumi Drs.H.Maman Sulaeman.

Pendeklarasian penegakan Syariat Islam telah mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat Kabupaten Sukabumi dalam menata peradaban baru masyarakat yang religius dan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sehingga terjalin kesinergian antara Umat, Ulama dan Umaro.

“Historia vitae magistra (sejarah adalah guru kehidupan)”

Salam,
H.Imam Syamsudin.
(PC NU Sukabumi)

Ayo Ngaji Fiqih....




Fiqih Perempuan.

🔰 Kenapa kalau perempuan wudlu' harus pipis dulu.......??

Belajar ilmu fiqih bareng-bareng yuk.

Ada yg tahu maksudnya pipis dulu sebelum wudhu' ?

Saya sering lihat mbak-mbak santri kalau mau shalat, wudlu ribet banget, katanya WAJIB pipis dan WAJIB lepas celana dalam.
Emang ada dalil yg mewajibkan itu semua.....?

JAWAB : Tidak ada dalilnya, tapi ketika
hendak shalat kan memang harus suci tubuh, pakaian, mukena dan tempat shalat nya.

Kita Bahas dari segi Tubuhnya.

Setiap perempuan memiliki ruthubatil farji
(keringat vagina), yg selalu basah/lembab diarea kewanitaannya.

Dalam hal ruthubah (Cairan) ini dibagi menjadi tiga:
1. Ada rutubah (Cairan) yg kluar dari dalam, sifatnya jelas Najis dan harus dibasuh.
2. Ada yg keluar dari area tengah-tengah, sifatnya ada Qaul Ulama' yg bilang Najis dan
ada yg bilang tdk Najis.
3. Ada yg keluar dari luar (bibir vagina), sepakat Ulama' sifatnya tidak Najis.

Dalam hal ini, hanya dokter kewanitaan yang bisa mendeteksi cairan itu keluar dari dalam, tengah atau luar.

Kalau tidak mampu membedakannya, maka cairan yg keluar dari vagina wanita ada kalanya cairan itu putih bening atau kuning encer, yang biasanya keluar ketika muncul syahwat cairan ini dinamakan Madzi, sementara cairan yg berwarna putih, keruh kental yg biasa keluar setelah kencing atau ketika mengangkat beban berat cairan ini dinamakan Wadzi.

Kedua cairan tersebut Najis jadi harus disucikan ketika hendak shalat maka dari itu dianjurkan melepas CD dan membersihkan vagina kemudian baru berwudlu.

Untuk bersuci, diutamakan air pancuran (air mengalir) atau air yg mancur bisa dari selang atau shower, jika tidak ada, boleh dengan menggunakan gayung.

Ketika mau mensucikan dengan kondisi setengah berdiri, MA'AF, paha jangan nyingkup (menempel antara paha kanan dan kiri), untuk memudahkan membersihkannya, lebih baik dibuka agar lipatan bisa terjangkau oleh air.

Jika sudah dibersihkan baru di basuh dari pusar ke bagian bawah.

Semua wanita memang mengeluarkan cairan (keputihan) tapi ini bisa di hindari / di kurangi dengan menjaga kebersihan farji, caranya setelah pipis keringkan pakai handuk kecil /tisu khusus buat itu, pastikan harus kering karena cairan itu keluar karena farji yg lembab.

Jika terpaksa pipis dengan jongkok di toilet, maka posisinya di balik badannya (membelakangi kloset jongkok), jangan posisi seperti BAB dan air pipisnya jangan di jatuhkan pas di air (air yang tergenang dalam kloset jongkok) tapi agak ke pinggir/tepi supaya tidak membalik airnya ke tubuh/CD (supaya tidak kecipratan air) dan di saat membersihkan (menyiram kloset) juga posisinya sama tapi pelan-pelan saja saat menyiramkan airnya.

Dari keterangan dia atas, demi berhati-hati, diharuskan membasuh area kewanitaan sebelum berwudlu (pipis terlebih dahulu).

Paham ?

Sekarang Pakaian.

Pakaian harus suci,, kalau baju in sya Allah yakin Suci, tapi kalau celana dalam (CD) ?

Hati-hati ya, CD harus dilepas semua ketika pipis, jangan cuma dilepas sampai lutut, terus pipis sambil jongkok, suda dipastikan CDnya ikut terkena Najis karena bisa terkena percikan pipis atau siraman airnya.

Ketika bersuci untuk perempuan sehabis pipis, jangan sambil duduk (nongkrong) dikarenakan ketika menyiramkan air, pasti percikan air akan kembali ke bagian tubuh, MA'AF apalagi jika CD tidak dilepas. Lebih parah lagi, jika di kloset, klosetnya tergenang air. Sudah pasti percikan tersebut kembali kebagian tubuh.

Jika membasuhnya sambil berdiri sempurna, air untuk bersuci tidak merata, MA'AF karena area wanita tersebut banyak lipatan.

Lebih baik bersuci setengah berdiri, akan mudah dibasuh lipatan, juga Akan meminimalkan percikan air yg kembali ketubuh, meskipun ada percikan itu dibagian kaki, namun mudah disucikan dengan menyiram air ke bagian kaki.

Mukena.

Kenapa ada sebagian pondok pesantren yanh
mewajibkan mukena terusan ?
Kenapa tak boleh menggunakan mukena potongan ?

Sebab mukena potongan susah untuk sah shalatnya.

Kok bisa ?

Penjelasan Fiqh nya panjang.

Yg jelas, pelajaran seperti ini hanya ada di pondok pesantren, tidak ada di sekolah-sekolah umum.

Makanya Mondok !!!

1. Wajah.
Wajah memang bukanlah aurat wanita ketika shalat, tapi perlu ekstra hati-hati ketika menggunakan mukena, biasanya Perempuan yang memakai mukena potongan maupun tidak, menaruh tempat dagunya pas dibatas leher, bukan di dagu. Padahal dari batas leher sampai dagu itu bukan termasuk wajah, jadi harus tertutup karena itu bagian dari aurat.

2. Tangan.
Bagian tangan yg tidak termasuk Aurat ketika shalat hanyalah telapak tangan, jadi ketika yg shalat nya menggunakan mukena potongan haruslah sangat hati-hati.

Ketika Takbir, biasanya mengangkat tangan beserta mukenanya (saya Kira prakteknya sudah tahu) maka saat itu pula, apabila tidak memakai baju lengan panjang, bisa jadi seluruh tangan akan kelihatan, itu bisa membuat shalat anda tidak sah, maka diperbaiki (tutup aurat) dan wajib shalat nya diulang. Lebih aman nya menggunakan mukena terusan.

Ketika ruku', apabila mukena potongannya tidak panjang, bisa jadi saat ruku' kalau dilihat dari tempat sujud, aurat nya akan kelihatan, maka shalat nya tidak sah.

Kaki.
Ini sering sekali saya lihat, banyak orang yang memakai mukena potongan apalagi yang bagian bawahnya pendek.

Untuk jidat / kening, usahakan dari Alis sampai slayer atau daleman, lebarnya kurang lebih 3 jari.

Belajar beribadah jangan asal-asalan saja.

Mari ajak anak-anak kita.. masukin ke pondok pesantren yang benar (Pesantren Ahlulsunnah wal Jama'ah Asy'ariyah Maturidiyah) karena belajar pelajaran ilmu umum dan belajar tentang ibadah disitulah tempat nya.

Semoga bermanfaat🙏
Ma'af kalau ada yang salah ya. 🙏🙏✋🤝

Ayo kita ngaji... Muludan



SEORANG IBU MASUK SURGA KARENA ANAKNYA MERAYAKAN MAULID NABI ﷺ

💐 Tak henti-hentinya ummat islam selalu dibid'ahkan karena merayakan maulid. Namun semakin gencar kampanye anti maulid dilancarkan maka semakin tumbuh kesadaran masyarakat kita akan barokah maulid.

Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al Maliki berkata :

لا أعظم لتفريج الكربات ولا لد فع المهمات ولالشرح الصدر ولا لإ زالة البلاء ولا لدفع الشر ولا لجلب الرزق
لا أعظم من ورد الصلاة والسلام علي الرسول صلي الله عليه وسلم.

"Tidak ada cara yg lebih baik dan ampuh untuk mengatasi masalah, menolak musibah, melapangkan hati, menghilangkan kegelisahan, menolak musibah, malapetaka, mendatangkan rejeki, selain memperbanyak sholawat kpd nabi muhammad shollalahu 'alaihi wa aalihi wassalam."

Tidak hanya itu, Subhânallâh seorang ibu bahagia di alam Barzakh sebab anaknya yang masih hidup menggelar maulid Nabi ﷺ. Syekh Abdullah bin Isa al-Anshari bercerita :

كانت بجواري امرأة صالحة ولها ولد صالح فكانت فقيرة لا شيئ لها إلا دينارا واحدا من ثمن غزلها فماتت وكان ذلك الولد يقول: هذا من ثمن غزل أمي والله لا أصرفه إلا في أمر الآخرة

وخرج ذات يوم في حاجة له فمر بقوم يقرءون القرآن وعملوا مولد النبي صلى الله عليه وسلم في ربيع الأول فجلس عندهم وسمع ذلك ثم نام في ليلته فرأى في منامه كأن القيامة قد قامت وكأن مناديا ينادي : أين فلان بن فلان؟ يذكر جماعة. فساقهم إلى الجنة وذلك الشاب معهم. وقال المنادي : إن الله جعل لكم منكم قصرا في الجنة فدخل ذلك الشاب قصرا لم ير أحسن منه والحور العين فيه كثيرة وعلى أبوابه خدام وباقي القصور ألطف من القصر الذي دخل فيه فأراد الدخول فيه فلما هم بالدخول قال له الخدام: ليس هذا لك وإنما هو للذي عمل مولد رسول الله صلى الله عليه وسلم.

فلما أصبح ذلك الشاب صرف ذلك الدينار على مولد النبي صلى الله عليه وسلم فرحا برؤياه, وجمع الفقراء يذكرون الله  ويقرءون القرآن ومولده صلى الله عليه وسلم وقص على الجماعة رؤياه ففرحوه بذلك, ونذر أن لا يقطع مولد النبي صلى الله عليه وسلم ما دام حيا ثم نام فرأى أمه في المنام في هيئة حسنة وفي حلل من حلل الجنة ولها رائحة الجنة وقبل يدها وقبلت هي رأسه, وقالت: جزاك الله خيرا يا ولدي لقد أتاني ملك وأعطاني هذه الحلل فقال لها : من أين لك هذه الكرامة ؟ فقالت : لأنك قد صنعت بالدينار الذي ورثته مني مولد سيد الأولين والآخرين ، وهذا جزاء من عظم نبيه وعمل مولده. إهـ
[ترغيب المشتاقين شرح منظومة البرزنجي ص ٤]

Saya punya tetangga seorang wanita shalihah yg punya anak shaleh pula. Ia orang faqir yg tak punya apa-apa kecuali uang 1 dinar (setara emas 4,25 gr) dari hasil ia anyaman. Suatu hari wanita itu meninggal. Maka berkata anaknya tadi : Uang 1 dinar ini adalah jerih payah ibuku dari menganyam, demi Allah tidak akan aku belanjakan kecuali dalam hal ukhrawi.

Suatu hari keluarlah anak itu untuk suatu keperluan maka bertemulah ia dengan sekelompok orang yg membaca Al-Qur'an dan merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ maka ia ikut duduk disitu dan mendengarkan (bacaan maulid hingga selesai). Setelah anak itu tidur menjelang larut malam ia bermimpi seakan-akan kiamat sudah terjadi. Ia mendengar ada orang memanggil-manggil : Dimana fulan bin fulan ? Suara itu menyebut sekelompok orang dan menggiringnya masuk ke surga termasuk didalamnya anak tadi. Kemudian terdengar suara : Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala memberikan sebuah istana bagi masing-masing kalian di surga. Kemudian anak itu masuk sebuah istana yg sangat indah tiada tara yg penuh dengan bidadari dg para pelayan surga diberbagai yg siaga disetiap pintu. Tidak hanya itu, didalamnya ada banyak istana yg lebih kecil dari istana sebelumnya. Disaat anak itu mau masuk tiba tiba ada suara : Istana ini hanya bagi mereka yg mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad ﷺ.

Keesokan harinya anak itu membelanjakan uangnya yg 1 dinar untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad ﷺ karena bahagia dengan mimpi yg dialaminya semalam. Ia kumpulkan orang-orang fakir, mereka berdzikir, membaca Al-Qur'an dan Maulid Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Ia menceritakan mimpinya pada jemaah yang hadir dan mereka bahagia mendengar cerita mimpi itu. Tidak hanya itu, si anak bernadzar akan selalu menggelar acara mau maulidan selama hidupnya. Setelah acara selesai anak itu tidur dan bermimpi bertemu Ibunda tercinta dengan dandanan yg sangat cantik dihiasi dengan perhiasan surga yg sangat indah.

Dari tubuh ibunya terdengar semerbak aroma surga. Ia cium tangan ibunya dan ibunya membalas dengan mencium kepalanya sambil berkata : Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan balasan yg terbaik anakku, telah datang kepadaku seorang malaikat dan memberiku semua perhiasan ini. Anak itu bertanya : Dari mana ibu mendapatkan keagungan ini ? Ibunya menjawab : Ina karena engkau merayakan maulid Baginda Rasulillah ﷺ dengan uang 1 dinar yg aku wariskan kepadamu. Ini adalah balasan bagi orang yg mengagungkan nabinya dan merayakan maulidnya.

[Targhibul Musytaqin Syarah Nadham Maulid Barzanji, hal. 4]

Cerita ini sesuai dengan salah seorang Ulama :

أدم الصلاة على النبى محمد
فقبولها   حتما   بغير    تردد


Tebar cinta di bulan maulid😇

Ayo Kita Ngaji..... Muludan



MAULID DALAM GORESAN PENA ULAMA

Di dalam Musnadnya, Imam Ahmad menyebutkan sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud (yang diterima melalui perawi-perwai yang terpercaya),
“Apa-apa yang dianggap haq (benar) oleh sebagian besar umat Islam, itulah yang diridhai Allah, dan apa-apa yang dianggap batil (salah) oleh sebagian besar umat Islam, ia batil (salah) disisi Allah.”

Rasulullah bersabda :

لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين

“Tidak beriman seseorang kamu sehingga adalah saya lebih dicintai nya dari orang tua nya dan anak nya dan semua manusia”.
[HR Bukhari dan Muslim].

Ibnu Taymiyah :

فتعظيم المولد واتخاذه موسماً قد يفعله بعض الناس ويكون لهم فيه أجرعظيم لحسن قصدهم وتعظيمهم لرسول الله صلى الله عليه وسلم

“Adapun mengagungkan maulid dan menjadikannya acara rutin, itu dikerjakan oleh sebagian manusia, dan mereka mendapat pahala yang besar karena tujuan baik dan pengagungannya terhadap Rasulullah SAW”.

[Lihat kitab Majmu' Fatawa 23: 134].

Ibnu Katsir mengagungkan malam Maulid Nabi :

إن ليلة مولد النبي صلى الله عليه وسلم كانت ليلة شريفة عظيمة مباركة سعيدة على المؤمنين، طاهرة، ظاهرة الأنوار جليلة المقدار

“Sungguh malam kelahiran Nabi SAW adalah malam yang sangat mulia dan banyak berkah dan kebahagiaan bagi orang mukmin dan malam yang suci, dan malam yang terang cahaya, dan malam yang sangat agung”.

[Lihat kitab Maulid iIbnu Katsir 19]

Ibnu Katsir memuji Raja Mudhaffar Abu Sa’id Al-Kukburi :

وكان يعمل المولد الشريف في ربيع الأول ويحتفل به احتفالا هائلاوكان مع ذلك شهما شجاعا فاتكا بطلا عاقلا عالما عادلا رحمه الله وأكرم مثواه

Dan dia [Raja Mudhaffar] menyelenggarakan Maulid yang mulia di bulan Rabi’ul awwal secara besar-besaran.
Ia juga seorang raja yang cerdas, pemberani kesatria, pandai, dan adil, semoga Allah mengasihinya dan menempatkannya ditempat yang paling baik”

[Lihat Kitab Bidayah wan-Nihayah 13:136]

Pendapat Imam Al-Dzahabi Tentang Maulid Nabi

Az-Zahabi juga memuji Abu Said Al-Kukburi:

وكان متواضعًا ، خيِّرًا سنّيًا ، يحبّ الفقهاء والمحدّثين

“Dan adalah ia [Raja Mudhaffar] itu yang rendah diri, dan baik dan juga Sunni [Ahlus Sunnah Waljama'ah] dan ia mencintai Fuqaha’ [Ulama Fiqih] dan Muhadditsin [Ulama Hadits]“.

[Lihat Siyar A'lam An-Nubala' 22 : 336]

al-Imam al-Hafizh as-Suyuthi.
Beliau mengatakan dalam risalahnya Husn al-Maqshid Fi ‘Amal al-Maulid

عِنْدِيْ أَنَّ أَصْلَ عَمَلِ الْمَوِلِدِ الَّذِيْ هُوَ اجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ القُرْءَانِ وَرِوَايَةُ الأَخْبَارِ الْوَارِدَةِ فِيْ مَبْدَإِ أَمْرِ النَّبِيِّ وَمَا وَقَعَ فِيْ مَوْلِدِهِ مِنَ الآيَاتِ، ثُمَّ يُمَدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ يَأْكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذلِكَ هُوَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِيْ يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ وَإِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالاسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ. وَأَوَّلُ مَنْ أَحْدَثَ ذلِكَ صَاحِبُ إِرْبِل الْمَلِكُ الْمُظَفَّرُ أَبُوْ سَعِيْدٍ كَوْكَبْرِيْ بْنُ زَيْنِ الدِّيْنِ ابْنِ بُكْتُكِيْن أَحَدُ الْمُلُوْكِ الأَمْجَادِ وَالْكُبَرَاءِ وَالأَجْوَادِ، وَكَانَ لَهُ آثاَرٌ حَسَنَةٌ وَهُوَ الَّذِيْ عَمَّرَ الْجَامِعَ الْمُظَفَّرِيَّبِسَفْحِ قَاسِيُوْنَ

Menurutku : pada dasarnya peringatan maulid, berupa kumpulan orang-orang, berisi bacaan beberapa ayat al-Qur’an, meriwayatkan hadits-hadits tentang permulaan sejarah Rasulullah dan tanda-tanda yang mengiringi kelahirannya, kemudian disajikan hidangan lalu dimakan oleh orang-orang tersebut dan kemudian mereka bubar setelahnya tanpa ada tambahan-tambahan lain, adalah termasuk bid’ah hasanah yang pelakunya akan memperoleh pahala.
Karena perkara semacam itu merupakan perbuatan mengagungkan terhadap kedudukan Rasulullah dan merupakan penampakan akan rasa gembira dan suka cita dengan kelahirannya yang mulia.
Orang yang pertama kali merintis peringatan maulid ini adalah penguasa Irbil, Raja al-Muzhaffar Abu Sa'id Kaukabri Ibn Zainuddin Ibn Buktukin, salah seorang raja yang mulia, agung dan dermawan.
Beliau memiliki peninggalan dan jasa-jasa yang baik, dan dialah yang membangun al-Jami’ al-Muzhaffari di lereng gunung Qasiyun”.

Syaikh al-Islam Khatimah al-Huffazh Amir al-Mu’minin Fi al-Hadits al-Imam Ahmad Ibn Hajar al-‘Asqalani.
Beliau menuliskan menuliskan sebagai berikut

أَصْلُ عَمَلِ الْمَوْلِدِ بِدْعَةٌ لَمْ تُنْقَلْ عَنِ السَّلَفِ الصَّالِحِ مِنَ الْقُُرُوْنِ الثَّلاَثَةِ، وَلكِنَّهَا مَعَ ذلِكَ قَدْ اشْتَمَلَتْ عَلَى مَحَاسِنَ وَضِدِّهَا، فَمَنْ تَحَرَّى فِيْ عَمَلِهَا الْمَحَاسِنَ وَتَجَنَّبَ ضِدَّهَا كَانَتْ بِدْعَةً حَسَنَةً" وَقَالَ: "وَقَدْ ظَهَرَ لِيْ تَخْرِيْجُهَا عَلَى أَصْلٍ ثَابِت

Asal peringatan maulid adalah bid’ah yang belum pernah dinukil dari kaum Salaf saleh yang hidup pada tiga abad pertama, tetapi demikian peringatan maulid mengandung kebaikan dan lawannya, jadi barangsiapa dalam peringatan maulid berusaha melakukan hal-hal yang baik saja dan menjauhi lawannya (hal-hal yang buruk), maka itu adalah bid’ah hasanah”.
Al-Hafizh Ibn Hajar juga mengatakan:
“Dan telah nyata bagiku dasar pengambilan peringatan Maulid di atas dalil yang tsabit (Shahih)”.

al-Imam al-Hafizh as-Sakhawi seperti disebutkan dalam al-Ajwibah al-Mardliyyah, sebagai berikut

لَمْ يُنْقَلْ عَنْ أَحَدٍ مِنَ السَّلَفِ الصَّالِحِ فِيْ الْقُرُوْنِ الثَّلاَثَةِ الْفَاضِلَةِ، وَإِنَّمَا حَدَثَ بَعْدُ،ثُمَّ مَا زَالَ أَهْـلُ الإِسْلاَمِ فِيْسَائِرِ الأَقْطَارِ وَالْمُـدُنِ الْعِظَامِ يَحْتَفِلُوْنَ فِيْ شَهْرِ مَوْلِدِهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ- يَعْمَلُوْنَ الْوَلاَئِمَ الْبَدِيْعَةَ الْمُشْتَمِلَةَ عَلَى الأُمُوْرِ البَهِجَةِ الرَّفِيْعَةِ، وَيَتَصَدَّقُوْنَ فِيْ لَيَالِيْهِ بِأَنْوَاعِ الصَّدَقَاتِ، وَيُظْهِرُوْنَ السُّرُوْرَ، وَيَزِيْدُوْنَفِيْ الْمَبَرَّاتِ، بَلْ يَعْتَنُوْنَبِقِرَاءَةِ مَوْلِدِهِ الْكَرِيْمِ، وَتَظْهَرُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَرَكَاتِهِ كُلُّ فَضْلٍ عَمِيْمٍ بِحَيْثُ كَانَ مِمَّا جُرِّبَ". ثُمَّ قَالَ:"قُلْتُ: كَانَ مَوْلِدُهُ الشَّرِيْفُ عَلَى الأَصَحِّ لَيْلَةَ الإِثْنَيْنِ الثَّانِيَ عَشَرَ مِنْ شَهْرِ رَبِيْع الأَوَّلِ، وَقِيْلَ: لِلَيْلَتَيْنِ خَلَتَا مِنْهُ، وَقِيْلَ: لِثَمَانٍ، وَقِيْلَ: لِعَشْرٍ وَقِيْلَ غَيْرُ ذَلِكَ، وَحِيْنَئِذٍ فَلاَ بَأْسَ بِفِعْلِ الْخَيْرِ فِيْ هذِهِ الأَيَّامِ وَاللَّيَالِيْ عَلَى حَسَبِ الاسْتِطَاعَةِ بَلْ يَحْسُنُ فِيْ أَيَّامِ الشَّهْرِ كُلِّهَا وَلَيَالِيْهِ.

Peringatan Maulid Nabi belum pernah dilakukan oleh seorang-pun dari kaum Salaf Saleh yang hidup pada tiga abad pertama yang mulia, melainkan baru ada setelah itu di kemudian.
Dan ummat Islam di semua daerah dan kota-kota besar senantiasa mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan kelahiran Rasulullah.
Mereka mengadakan jamuan-jamuan makan yang luar biasa dan diisi dengan hal-hal yang menggembirakan dan baik.
Pada malam harinya, mereka mengeluarkan berbagai macam sedekah, mereka menampakkan kegembiraan dan suka cita.
Mereka melakukan kebaikan-kebaikan lebih dari biasanya.
Mereka bahkan meramaikan dengan membaca buku-buku maulid.
Dan nampaklah keberkahan Nabi dan Maulid secara merata.
Dan ini semua telah teruji”.

Kemudian as-Sakhawi berkata:
“Aku Katakan:
“Tanggal kelahiran Nabi menurut pendapat yang paling shahih adalah malam Senin, tanggal 12bulan Rabi’ul Awwal.
Menurut pendapat lain malam tanggal 2, 8, 10 dan masih ada pendapat-pendapat lain.
Oleh karenanya tidak mengapa melakukan kebaikan kapanpun pada hari-hari dan malam-malam ini sesuai dengan kesiapan yang ada, bahkan baik jika dilakukan pada hari-hari dan malam-malam bulan Rabi'ul Awwal seluruhnya”

Jika kita membaca fatwa-fatwa para ulama terkemuka ini dan merenungkannya dengan hati yang jernih, kita akan mengetahui bahwa sebenarnya sikap “sinis” yang timbul dari sebagian orang yang mengharamkan Maulid Nabi tidak lain hanya didasarakan kepada hawa nafsu belaka.(dari berbagai sumber)

Semoga bermanfaat....

Hasil UTS Online Sejarah


dibawah ini adalah daftar siswa yang lulus UTS sejarah, bagi yang belum lulus namanya tidak ada didalam daftar......

daftar siswa yang lulus adalah sebagai berikut :

No Nama NIS Kls Nilai
1 Adis Adelia  11908008 X OTKP 1 90
2 Alena Azzaria 11908009 X OTKP 1 90
3 Ana jainab 11908010 X OTKP 1 100
4 Aneu Nurul Hikmah 11908011 X OTKP 1 100
5 Arin Ahzani 11908012 X OTKP 1 100
6 Astria wardah 11908013 X OTKP 1 100
7 Callula 11908088 X OTKP 1 95
8 Dea Nuraeni 11908014 X OTKP 1 90
9 Dede Anggita Fajrianti 11908015 X OTKP 1 95
10 Delya Maryani 11908016 X OTKP 1 90
11 Dila Adelia Destiani 11908017 X OTKP 1 95
12 Firdha Ramadhani  11908018 X OTKP 1 100
13 INTAN NIVIA PUTRI 11908019 X OTKP 1 100
14 Liana setiawan agustin 11908020 X OTKP 1 80
15 Mita hafitya azzahra 1908021 X OTKP 1 100
16 Nazwa alivia 11908022 X OTKP 1 95
17 Nazwa Maulida 11908023 X OTKP 1 100
18 Nur azizah 11908024 X OTKP 1 100
19 Pitriani 11908025 X OTKP 1 100
20 Putri Melinda 11908026 X OTKP 1 100
21 Ratu Nabila Rifani 11908027 X OTKP 1 100
22 Rega marliana nur mutia 11908028 X OTKP 1 90
23 Reisya Andira  11908029 X OTKP 1 100
24 Rima Nurahma 11908030 X OTKP 1 100
25 Santi Citra Resti 11908032 X OTKP 1 100
26 Septi maharani 119080 X OTKP 1 95
27 Sera Andini 11908034 X OTKP 1 90
28 Sherly Nadia Putri 11908035 X OTKP 1 100
29 Silva Fauziah 11908036 X OTKP 1 100
30 Sindi Awaliah 11908037 X OTKP 1 90
31 Sintia Pebrianti 11908038 X OTKP 1 100
32 siti maryani 11908039 X OTKP 1 100
33 Tiara Santi Dewi 11908040 X OTKP 1 100
34 Wanti Aprianti  11908041 X OTKP 1 90
35 Widie Indah Mauliasari 11908042 X OTKP 1 95
36 Zahra Salsha Fadilla 11908043 X OTKP 1 100
No Nama NIS Kls Nilai
1 Ajeng Suci Safitri 11908044 X OTKP 2 100
2 Al'lysma Nurseni 11908045 X OTKP 2 85
3 Amelya Nisvi Rivani Putri 11908046 X OTKP 2 90
4 Arla Mirayanti  11908047 X OTKP 2 100
5 Canda meiliama 11908048 X OTKP 2 95
6 Dhea Gautami Putri 11908049 X OTKP 2 100
7 Dian ambarsari  11908050 X OTKP 2 100
8 Dicky Darmawan 11908051 X OTKP 2 100
9 Diva putri meilani 11908052 X OTKP 2 100
10 Gina Maria Kurnia 11908054 X OTKP 2 100
11 Icha putri aselia 11908055 X OTKP 2 100
12 Imelia Septina 11908056 X OTKP 2 100
13 Ineukeu nurfitriyani 11908057 X OTKP 2 80
14 Malia Tri Melvi Wulandari 11908059 X OTKP 2 100
15 Mira Septiani 11908061 X OTKP 2 100
16 Nolis Trisnawati 11908063 X OTKP 2 100
17 nonisa aulia zahra 11908064 X OTKP 2 100
18 Rani melati 11908066 X OTKP 2 100
19 Rani nur meilani 11908067 X OTKP 2 95
20 resti ariyanti 11908068 X OTKP 2 85
21 sarah rusti rustianah 11908069 X OTKP 2 100
22 Shella Aprilia Putri 11908070 X OTKP 2 100
23 Siti fadillah rinjani 11908071 X OTKP 2 95
24 Siti mahra n 11908072 X OTKP 2 80
25 Siti nurani 11908073 X OTKP 2 100
26 SITI NURLAIBAH  11908074 X OTKP 2 100
27 Siti Patimah 11908075 X OTKP 2 95
28 Syahra aulisia 11908076 X OTKP 2 80
29 Tiara damayanti 11908077 X OTKP 2 100
30 Tunjung Permata Sakti 11908078 X OTKP 2 85
31 Widi juliantika 11908079 X OTKP 2 90

yang belum lulus, segera laksanakan remedial, bagi yang lulus.... selamat ya.....

Hasil UTS Online PPKn


Dibawah ini adalah hasil UTS Online PPKn kelas X semua kompetensi keahlian, bagi siswa yang namanya tidak ada dalam daftar dibawah ini berarti belum lulus.

siswa yang lulus adalah  sebagai berikut :

No Nama NIS Kelas Nilai
1 Agni Bunga Firani 11908080 X AKL 1 100
2 al-kahfi 11908081 X AKL 1 100
3 Ananda Raisya Della 11908082 X AKL 1 100
4 Aprilia Pratiwi 11908083 X AKL 1 100
5 Ariane Widi W 11908084 X AKL 1 95
6 Aulia Fatimah  11908085 X AKL 1 75
7 Ayu Sarah  11908086 X AKL 1 87
8 Bela Feronika 11908087 X AKL 1 95
9 Callula Ambar tria Manda 11908088 X AKL 1 90
10 Erista Mutia 11908090 X AKL 1 100
11 Hanny Maulina Yusup 11908090 X AKL 1 90
12 Hning aura istikhori 11908092 X AKL 1 92
13 Iis Nurul Khotimah  11908093 X AKL 1 82
14 Ilham abdul wahab 11908094 X AKL 1 100
15 Kasih ayu lestari 11908095 X AKL 1 75 
16 Kayla faiza 11908096 X AKL 1 95
17 Maudi tri wahyuni 11908097 X AKL 1 100
18 Muhamad Aditya 11908089 X AKL 1 100
19 Nadya Rahman 11908099 X AKL 1 95
20 Natasya Yusdatilah 19908100 X AKL 1 75
21 Nazwa meisa 11908101 X AKL 1 100
22 Novia Fitriani 11908102 X AKL 1 100
23 Putri nabila 11908103 X AKL 1 90
24 R.Adelia Renggani Julianti 11908104 X AKL 1 100
25 Ressi Andriani 11908105 X AKL 1 100
26 Reva Marsha Aulia 11908106 X AKL 1 95
27 saumi rizki f. 11908107 X AKL 1 87
28 Siti Masripah 11908108 X AKL 1 100
29 Siti Mayang Sari 11908109 X AKL 1 100
30 Siti Salbiah 11908110 X AKL 1 100
31 Sri Mulyati 11908111 X AKL 1 95
32 Syifa melanda 119080112 X AKL 1 90
33 Tarisa Nur Insani 11908113 X AKL 1 100
34 Viona Aullinissa 11908114 X AKL 1 100
35 Wirda 11908115 X AKL 1 92
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Agnes Wandiani Markus  11908116 X AKL 2 80
2 Amanda apriliani 11908117 X AKL 2 87 
3 Amanda Vania Ali Putri 11908118 X AKL 2 87
4 Azizah Dikra 11908119 X AKL 2 87
5 Bella Agistiani 11908120 X AKL 2 85
6 dede nuraeni 11908121 X AKL 2 87
7 Diana maulani 11908122 X AKL 2 84
8 Dita bagaskara 11908123 X AKL 2 75
9 Egi riyanto 11908124 X AKL 2 85
10 Erlangga Prasetio 11908125 X AKL 2 95
11 EVI SITI RAHMAWATI 11908126 X AKL 2 90
12 FIRANI AMANDA 11908127 X AKL 2 100
13 Fuji Aurilia 11908128 X AKL 2 100
14 Ikhsan andriana 11908129 X AKL 2 79 
15 Latifah 11908131 X AKL 2 100
16 Lika 11908132 X AKL 2 87
17 Lutpika putri 11908133 X AKL 2 95
18 M. AGUNG NUGRAHA 11908134 X AKL 2 82
19 Najma nudia 1198035 X AKL 2 85
20 R. Gina Aulia 11908136 X AKL 2 90
21 Rachel Alma ultsani 11908137 X AKL 2 100
22 Rena Juliana 11908140 X AKL 2 87 
23 Selvia Putri Utami 11908141 X AKL 2 90
24 Sinsin Nurhaliza anugrah 11908142 X AKL 2 90
25 Siti nuraeni 11908145 X AKL 2 100
26 Siti nurazizah 11908144 X AKL 2 95
27 SITI ZAHWA AZZAHRA 11908146 X AKL 2 100
28 Susan Nurjannah 11908147 X AKL 2 95
29 Tarisa zulyani 11908148 X AKL 2 87
30 Zahra ainnur pasya 11908149 X AKL 2 85
31 zulfi zahra  11908151 X AKL 2 95
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Abigail fernanda 11908152 X AKL 3 80
2 Andica Sabrina Maulida 11908153 X AKL 3 90
3 Annisa Ramadhanti Dwi Aulia 11908154 X AKL 3 100
4 Ati 11908155 X AKL 3 80
5 Bunga citra kemuning  11908156 X AKL 3 100
6 Desti Anggraeni 11908157 X AKL 3 95 
7 Desti Yuwita 11908158 X AKL 3 95
8 Devina agistin 11908159 X AKL 3 85
9 Dina Aulia Septiani 11908160 X AKL 3 87
10 Dinda Musallamah 11908161 X AKL 3 85
11 Farwazulfa 11908162 X AKL 3 90
12 Feby putri p 11908163 X AKL 3 100
13 Intan Nuraeni 11908164 X AKL 3 95
14 Irena sri rahayu 11908165 X AKL 3 87
15 Kitari setya rindani 11908166 X AKL 3 75
16 M syahrul gustifan 11908167 X AKL 3 95
17 Meiliani Rohman 11908168 X AKL 3 100
18 Mia Suntia Sri Ayu 11908159 X AKL 3 87
19 Mitha Latipatul Zahra 11908170 X AKL 3 90
20 Mochamad reza nurfauzi 11908171 X AKL 3 85
21 Mohammad Ramdhani 11908172 X AKL 3 92
22 Muhamad Rizki Ramdani 11908173 X AKL 3 82
23 Nadya Amelia Ningsih 11908174 X AKL 3 90
24 Pania Hendrina Wati 11908175 X AKL 3 100
25 Rayya Fatimah Zahra 11908177 X AKL 3 95
26 Regina zahrani widaryanto 11908178 X AKL 3 95
27 Reza laksana  11908179 X AKL 3 100
28 Risa raisa 11908180 X AKL 3 90
29 Salfa putri deliana 11908181 X AKL 3 80
30 Salma nur rahmawati 11908182 X AKL 3 100
31 Septia putri 11908183 X AKL 3 85
32 Shifa mufidah 11908184 X AKL 3 100
33 SUCI DIASFUJI 11908185 X AKL 3 75
34 Suci lestari 11908186 X AKL 3 100
35 Syahla Nailal Haq 11908187 X AKL 3 85
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Agus juliansyah 11908188 X BDP 1 95
2 Amelia Putri maulida 11908189 X BDP 1 90
3 Aprilya putri 11908191 X BDP 1 100
4 Arya Putra Dwitama 11908192 X BDP 1 100
5 Daviana syaffa fellina 11908193 X BDP 1 100
6 Dela Deliyana 11908194 X BDP 1 92
7 Dera karnasih 11908195 X BDP 1 100
8 Elsya Apriani 11908196 X BDP 1 97
9 Friska Ayunanda 11908297 X BDP 1 100
10 Hambali nurfallah rasyid 11908198 X BDP 1 100
11 Intan sri agustin 11908199 X BDP 1 90
12 Israfilla khairani 11908200 X BDP 1 92
13 M Dede Permadi  11908201 X BDP 1 95
14 Munadi alzanah 11908202 X BDP 1 80
15 Najla sri rahayu  11908203 X BDP 1 100
16 Neng Fitriani 11908204 X BDP 1 100
17 Nur zalika izzati 11908205 X BDP 1 92
18 Nurul latipah 11908206 X BDP 1 95
19 Prisa Aprilia Putri 11908207 X BDP 1 90
20 Randi Anugrah 11908208 X BDP 1 100
21 Rasta Juniar indah 11908209 X BDP 1 90
22 Ratna Rinjani 11908210 X BDP 1 100
23 Rayisha 11908211 X BDP 1 85
24 Reysha Dwiputri.M 11908212 X BDP 1 95
25 Risa Hernawati 11908213 X BDP 1 80
26 Riyad Munawar Barkah 11908214 X BDP 1 97
27 Riyad Munawar Barkah 11908214 X BDP 1 100
28 Rizky Aprillianto  11908215 X BDP 1 95
29 Sarah aqilla fauzia 11908216 X BDP 1 82
30 Sefira Fiqri Rahayu 11908217 X BDP 1 92
31 Silva lizilmi  11908218 X BDP 1 95
32 Syifa Septializa Nabila 11908219 X BDP 1 95
33 Tanti Lestari  11908220 X BDP 1 100
34 Widia dari Putri jayadi 11908221 X BDP 1 100
35 Wulan Nur'Azizah Savitri 11908222 X BDP 1 84
36 Wulan nurmalasari 11908223 X BDP 1 95
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Aidah 11908225 X BDP 2 77
2 Alda Febrianti 11908226 X BDP 2 90
3 Amanda Oktaviani Agustin 11908227 X BDP 2 90
4 Ardian Prasetya 11908228 X BDP 2 90
5 Aulia Febiarti 11908229 X BDP 2 77
6 Ayu nur agustiani 11908230 X BDP 2 82
7 Chika Amaria 11908231 X BDP 2 100
8 Dea Rahmawati 11908232 X BDP 2 87
9 Devi septiani  11908233 X BDP 2 87
10 Ega sulistian 11908234 X BDP 2 79
11 Elsa agustina 11908235 X BDP 2 87
12 Erin Dwisvika 11908236 X BDP 2 77
13 Fitri Agustiani 11908237 X BDP 2 90
14 Fitria Putri Felani 11908238 X BDP 2 90
15 Herlinawati 11908239 X BDP 2 90
16 Irwan Maulana 11908242 X BDP 2 79
17 Jesika Maharani Kuswaya 11908242 X BDP 2 95
18 Jihan Nur Aini 11908243 X BDP 2 92
19 Laura Cindy Albertha 11908244 X BDP 2 85
20 Lisna melyana putri 11908245 X BDP 2 82
21 Maura Aulia rahman 11908246 X BDP 2 95
22 Mia Amelia 11908247 X BDP 2 100
23 Moch padli juliana K 11908248 X BDP 2 75
24 Mochammad hidayat 11908249 X BDP 2 87
25 Mutia wulandari 11908251 X BDP 2 92
26 Neska farulyan 11908252 X BDP 2 80
27 Nur Inayah Aprilliani  11908253 X BDP 2 80
28 Puri Hidayah  11908254 X BDP 2 75
29 Sifa Fauziah Alfatah  11908255 X BDP 2 90
30 Siti Nur Anisa 711908256 X BDP 2 82
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Adelia Salsabilah 11908260 X BDP 3 85
2 Amanda Afrilia Putri 11908261 X BDP 3 97
3 Ananda Kirana 11908262 X BDP 3 92
4 Dea adinda maharani 11908263 X BDP 3 90
5 Diffa wiriya kusnadi 11908264 X BDP 3 80
6 Dita putri apriani 11908266 X BDP 3 95
7 Firga Nagita Warda 11908267 X BDP 3 90
8 Khanaya putri azniansyah 11908268 X BDP 3 90
9 Meisya Najalaena 11908269 X BDP 3 95
10 Muhammad azmi pradira 11908271 X BDP 3 95
11 Najwa safitri 11908272 X BDP 3 90
12 Pitriyah 11908274 X BDP 3 90
13 Putik marisa 11908075 X BDP 3 100
14 Raisa Rindani 11908672 X BDP 3 100
15 Reva Amerta 11908277 X BDP 3 90
16 reza dwi putra 11908278 X BDP 3 85
17 SAILA JAMIL TAJRIANI 11908280 X BDP 3 95
18 Sania Febrianti 11908282 X BDP 3 95
19 Sheka zahrania andra putri 11908283 X BDP 3 77
20 Siti Rachmawati 11908284 X BDP 3 100
21 Siti Revina Triana 11908286 X BDP 3 95
22 Siti robaiah adawiah 11908287 X BDP 3 100
23 SITI SALWA MAULIDA 11908288 X BDP 3 90
24 Siti Samsiyah  11908289 X BDP 3 90
25 Tegar Alfadilah  11908291 X BDP 3 95
26 Tia safitri 11908292 X BDP 3 92
27 Vivi agustiani putri 11908293 X BDP 3 100
28 Yulan putri simarmata 11908294 X BDP 3 90
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Adis adelia 11908008 X OTKP 1 92
2 Alena Azzaria 119080009 X OTKP 1 90 
3 Ana jainab 11908010 X OTKP 1 87
4 Astria wardah 11908013 X OTKP 1 100
5 Dea Nuraeni 11908014 X OTKP 1 100
6 Dede Anggita Fajrianti 11908015 X OTKP 1 100
7 Delya Maryani 11908016 X OTKP 1 100
8 Intan Nivia Putri 11908019 X OTKP 1 100
9 Liana setiawan agustin 11908020 X OTKP 1 100
10 Nazwa alivia 11908022 X OTKP 1 100
11 Nazwa Maulida 11908023 X OTKP 1 100
12 Nur Azizah 11908024 X OTKP 1 100
13 Pitriani 11908025 X OTKP 1 100
14 Ratu Nabila Rifani 11908027 X OTKP 1 87
15 Rega marliana nur mutia 11908028 X OTKP 1 100
16 Rima Nurahma 11908030 X OTKP 1 100
17 Salman munawar ilham 11908031 X OTKP 1 100
18 Santi Citra Resti 11908032 X OTKP 1 100
19 Septi maharani  11908033 X OTKP 1 100
20 Sera Andini 11908034 X OTKP 1 100
21 Sherly Nadia Putri 11908035 X OTKP 1 97
22 Silva Fauziah 11908036 X OTKP 1 82 
23 Sindi Awaliah 11908037 X OTKP 1 95
24 Sintia Pebrianti 11908038 X OTKP 1 95
25 Sintia Pebrianti 11908038 X OTKP 1 100
26 siti maryani 11908039 X OTKP 1 100
27 Tiara Santi Dewi 11908040 X OTKP 1 100
28 Widie Indah Mauliasari 11908042 X OTKP 1 95
29 Zahra salsha Fadilla 11908043 X OTKP 1 100
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Ajeng Suci 11908044 X OTKP 2 95
2 Al'lysma Nuraeni 11908045 X OTKP 2 90
3 Amelya Nisvi Rivani Putri 11908046 X OTKP 2 100
4 Arla Mirayanti  11908047 X OTKP 2 100
5 Canda meiliama 11908048 X OTKP 2 85
6 Dhea Gautami Putri 11908049 X OTKP 2 85
7 Dian ambarsari  11908050 X OTKP 2 87
8 Dicky Darmawan 11908051 X OTKP 2 100
9 Diva putri meilani 11809052 X OTKP 2 82
10 Gina Maria Kurnia 11908054 X OTKP 2 100
11 Icha putri aselia 11908055 X OTKP 2 90
12 Imelia septina 11908056 X OTKP 2 80
13 Ineukeu nurfitriyani 11908057 X OTKP 2 87
14 Maharani 11908058 X OTKP 2 95
15 Malia Tri Melvi Wulandari 11908059 X OTKP 2 87
16 Marliana tri wulandari 11908060 X OTKP 2 87
17 Mira septiani 11908061 X OTKP 2 95
18 Muhamad diki irawan 11908062 X OTKP 2 100
19 Nolis Trisnawati 11908063 X OTKP 2 95
20 nonisa aulia zahra 11908064 X OTKP 2 85
21 Nurul akmalia putri 11908065 X OTKP 2 80
22 Rani Melati 11908066 X OTKP 2 95
23 Rani Nur Meilani 11908067 X OTKP 2 90
24 resti ariyanti 11908068 X OTKP 2 90
25 sarah rusti rustianah 11908069 X OTKP 2 95
26 Siti fadillah rinjani 11908071 X OTKP 2 90
27 Siti mahra nursani 11090872 X OTKP 2 100
28 Siti nurani 11908073 X OTKP 2 85
29 Siti Nurlaibah  11908074 X OTKP 2 85
30 Siti Patimah 11908075 X OTKP 2 92
31 Syahra aulisia 11908076 X OTKP 2 80
32 Tiara damayanti 11908077 X OTKP 2 95
33 Tunjung Permata Sakti 11908078 X OTKP 2 95
34 Widi juliantika 11908079 X OTKP 2 80
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Abdul Hasbi 11907864 X RPL 1 82
2 Adryan Ashiddiq 11907865 X RPL 1 100
3 Akbar Hasan Ibrahim 1907866 X RPL 1 85
4 Andina Renita Zahara 11907867 X RPL 1 82
5 Andrew Maulana 1907868 X RPL 1 85
6 Armansyah Maulana 119077868 X RPL 1 95
7 Cahya syaepul alam 11907870 X RPL 1 100
8 Candra Egi Saputra 11907881 X RPL 1 94
9 Fani nurlela 11907872 X RPL 1 95
10 Fanny ratna suciati 11907873 X RPL 1 100
11 Farhan D.M 11907874 X RPL 1 85
12 Fazril imam maulana 1907875 X RPL 1 95
13 Febriyanti Maharani Dewi 11907876 X RPL 1 85
14 Firdaus cahya 11907877 X RPL 1 85
15 Haryana 11907878 X RPL 1 87
16 Hilmi Abdul Muhaimin 1907879 X RPL 1 90
17 Irfan ramadhan 11907880 X RPL 1 87
18 Kharisma Insan M 11907881 X RPL 1 100
19 Lusi agustin 11907882 X RPL 1 90
20 M Jikril Aryanda 1907885 X RPL 1 84
21 Moch.Akmal al-razzi 11907883 X RPL 1 77
22 Mochammad Syahrul A.Y 11907884 X RPL 1 95
23 Muhamad Rifda Firdaus S 11907886 X RPL 1 79
24 Nafilah nawir afwa 11907887 X RPL 1 85
25 Naluri insan kamalia 11907888 X RPL 1 90
26 Nandra Ramira AR 11907889 X RPL 1 85
27 Neng Ripka 11907890 X RPL 1 90
28 Neng vina ananda 11907891 X RPL 1 95
29 Rifky Maulana Putra 11907892 X RPL 1 100
30 Risdi Amelia 11907893 X RPL 1 100
31 Rizki Rahmatullah 11907894 X RPL 1 80
32 Rizky Nugraha Putra 11907895 X RPL 1 85
33 Siti mariam 11907896 X RPL 1 95
34 Siti nurlatipah 1907897 X RPL 1 80
35 Yasmina Putri Salsabila 11907898 X RPL 1 92
36 Zahra Putri Calisa 11907899 X RPL 1 85
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Abdullah 11907900 X RPL 2 100
2 Adella puspita 11907901 X RPL 2 95
3 Alisa Muti sugianti 11907902 X RPL 2 100
4 Amalia Nur Fauzianti 11907903 X RPL 2 77
5 Desti indriani 11907904 X RPL 2 82
6 Dewa putra pratama  11907905 X RPL 2 95
7 Dimas nur ilham 11907906 X RPL 2 97
8 E.Clara rabila rabila tsani herdawan 11907907 X RPL 2 85
9 Erica Puspita Salamah 11907908 X RPL 2 95
10 Faris Muhammad Ramdan Abizar 11907909 X RPL 2 90
11 Hafiz arbi 11907910 X RPL 2 95
12 Hafizh Arsyi Alamsyah 11907911 X RPL 2 95
13 Haris Farida Abdul Nurwahid  11907912 X RPL 2 95
14 Khaerunisya nurin syabilla 11907913 X RPL 2 90
15 M Bhima 11907920 X RPL 2 80
16 M.Fitra Ilyas .S 11907916 X RPL 2 95
17 Moch.Hapi Barkah 11907914 X RPL 2 100
18 mochamad iqbal fadila 11907915 X RPL 2 85
19 Moh ariel firdaus hasan 11907917 X RPL 2 95
20 Muhamad alfathin izharuddin 11907918 X RPL 2 82
21 Muhammad Hafidz Fauzan 11907919 X RPL 2 100
22 Muhammad Imran 11907921 X RPL 2 87
23 Muhammad Jawahiruzzaman 11907922 X RPL 2 90
24 Muhammad Reva Pratama Syamsudin 11907923 X RPL 2 95
25 Nurul Oktaviani 11907924 X RPL 2 95
26 Rachmatu zabila khaerunnisa 11907925 X RPL 2 85
27 Rafi peramudiva ramadhan 11907926 X RPL 2 95
28 Raihan Rahadian 11907927 X RPL 2 100
29 Razwa Sakha Pradipa 119079028 X RPL 2 95
30 Renaldi Pasya Darmansyah 11907929 X RPL 2 100
31 Sabrina Aulia Andini 11907931 X RPL 2 80
32 Satria sangga buana 11907932 X RPL 2 95
33 Shunnia nur ainahaq 11907933 X RPL 2 100
34 Tazkia inti sapara 11907934 X RPL 2 95
35 Zane syakila 11907935 X RPL 2 92
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Agung saepul hidayat 11907936 X TKJ 1 100
2 Ajeng putri dinanti 11907937 X TKJ 1 100
3 Akmal Nuur Fauzan 11907938 X TKJ 1 95
4 Alifa Aulia 119079339 X TKJ 1 95
5 ariel syahrizal m 11907940 X TKJ 1 82
6 Aulia hermayanti 11907941 X TKJ 1 90
7 Eva Ardini 11907942 X TKJ 1 87
8 Gilang galih setya 11907943 X TKJ 1 100
9 Inayatul Kamilah 11907944 X TKJ 1 100
10 Irhan pratama 11907945 X TKJ 1 100
11 Mochamad Afdal Ibrahim 11907946 X TKJ 1 100
12 Muhamad Akmal Ramadhan 11907947 X TKJ 1 100
13 Muhamad dava wardana 11907948 X TKJ 1 100
14 muhamad rizki akbar 11907949 X TKJ 1 100
15 Muhammad Ardan Firdaus 11907950 X TKJ 1 90
16 Muhammad arrafi 11907951 X TKJ 1 77
17 Muhammad Fawwaz Sukendar 11907952 X TKJ 1 100
18 Muhammad Nopaldi 11907953 X TKJ 1 100
19 Muhammad rivazd 11907954 X TKJ 1 100
20 Mutiara kartika ayu 11907955 X TKJ 1 100
21 Najla Ghaida Fauziyah 11907956 X TKJ 1 80
22 Padlan Bahari 11907957 X TKJ 1 87
23 Priadi qudrat pasti 11907958 X TKJ 1 84
24 Rafli Ananda Faturochim 11907959 X TKJ 1 100
25 Raihan Aulia Rahman 11907960 X TKJ 1 95
26 Ramadan 11907961 X TKJ 1 100
27 Randi 11907962 X TKJ 1 90
28 Risa dwi Maretha 11907963 X TKJ 1 100
29 Rizky purnama 11907964 X TKJ 1 100
30 Shahdan Maulana Yusuf 11907965 X TKJ 1 80
31 Siti aisah 11907966 X TKJ 1 90
32 Siti Farda Sya'bani 11907967 X TKJ 1 100
33 Sultan 11907968 X TKJ 1 100
34 Surya saputra 11907969 X TKJ 1 92
35 Syahran Latief Firdaus 11907970 X TKJ 1 100
36 Wira Harsa 11907971 X TKJ 1 92
No Nama NIS Kelas Nilai
1 Adli maulana 11907972 X TKJ 2 95
2 Ahdan Nizar Munadi 11907974 X TKJ 2 84
3 Amelia putri 11907976 X TKJ 2 90
4 Andi suherlan 11907977 X TKJ 2 100
5 ARINDA 11908191 X TKJ 2 82
6 Azhar fauzan arisandi 11907979 X TKJ 2 100
7 Chantika Destiasari 11907980 X TKJ 2 82
8 Dilfa 11907891 X TKJ 2 95
9 Fatmah Khairunnisa 11907982 X TKJ 2 90
10 Guntur pratama putra 11907984 X TKJ 2 87
11 Ira Yuliyanti 11907985 X TKJ 2 97
12 Irgi hambali 11907986 X TKJ 2 100
13 Krisna permana 11907987 X TKJ 2 87
14 Lingga Dwi Arzjumadi 11907988 X TKJ 2 100
15 Moch.rangga.agustian 11907989 X TKJ 2 79
16 Muhamad Rifki 11907991 X TKJ 2 100
17 Muhamad rizky febransyah 11907992 X TKJ 2 100
18 Muhammad Avria Nanda Supriadi 11907994 X TKJ 2 85
19 MUHAMMAD RIFQY AGUSTIAN 11907996 X TKJ 2 82
20 Muhammad vikry 11907990 X TKJ 2 95
21 Niken Oktaviani 11907998 X TKJ 2 84
22 Putri Aulia Maulida 11907999 X TKJ 2 87
23 rafli ramadhan 11908000 X TKJ 2 100
24 Revi Dwiyanto 11908001 X TKJ 2 87
25 Sindi sindiawati 11908003 X TKJ 2 77
26 Tirai Fitriyani  11908004 X TKJ 2 90
27 Yayang Salwa lutfilah 11908005 X TKJ 2 100
28 Yuda putra perdana 11908006 X TKJ 2 80
29 Yuniar Putri wardiasari 11908007 X TKJ 2 87

bagi yang belum lulus, segera remedial.......

selamat bagi yang lulus.....
Back To Top